Lombok Utara, NTB – Semangat kebersamaan dan harapan akan akses yang lebih baik terlihat jelas di Dusun Pengadang Timur, Desa Mumbul Sari, Kecamatan Bayan, Lombok Utara. Bintara Pembina Desa (Babinsa) Mumbul Sari, Serka Muh. Adimudin, Komando Rayon Militer (Koramil) 1606-03/Bayan, turun langsung bersama warga melaksanakan pembersihan area sungai sebagai langkah awal mendukung rencana pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan masyarakat, Senin (13/4/2026).
Babinsa bersama warga dari berbagai kalangan berkumpul di bantaran sungai. Dengan membawa peralatan sederhana seperti cangkul, parang, dan lainnya, mereka bahu-membahu membersihkan semak belukar, lumpur, serta material yang menghambat aliran air. Pembersihan difokuskan pada aliran sungai sepanjang ±100 meter yang nantinya akan menjadi titik pembangunan jembatan penghubung antarwilayah.
Serka Muh. Adimudin mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kerja bakti biasa, melainkan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Menurutnya, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra pembangunan desa.
“Gotong royong ini adalah wujud kebersamaan kita. Harapannya, saat pembangunan jembatan dimulai nanti, kondisi lokasi sudah siap sehingga prosesnya berjalan lancar dan cepat. Jembatan ini akan sangat membantu aktivitas warga sehari-hari,” ujar Serka Adimudin di sela kegiatan.
Kepala Dusun Pengadang Timur, Kamaludin, turut menyampaikan apresiasi atas partisipasi Babinsa dan antusiasme warga yang tanpa ragu meluangkan waktu untuk terlibat langsung. Ia mengungkapkan bahwa pembangunan jembatan merupakan harapan lama masyarakat, terutama untuk mempermudah mobilitas warga menuju lahan pertanian, sekolah, maupun pusat kegiatan ekonomi.
“Kami sangat bersyukur Babinsa selalu hadir bersama masyarakat. Gotong royong ini menjadi bukti bahwa kekuatan kebersamaan mampu mempercepat terwujudnya pembangunan yang diharapkan warga,” ungkap Kamaludin.
Bagi warga setempat, keberadaan jembatan nantinya bukan hanya sekadar sarana fisik, tetapi simbol kemudahan dan keselamatan, khususnya saat musim hujan ketika debit air sungai meningkat dan sering menyulitkan penyeberangan. Dengan adanya kerja sama yang erat antara Babinsa dan masyarakat, pembangunan infrastruktur di Desa Mumbul Sari diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga.
Kegiatan gotong royong ini pun menjadi gambaran nyata bahwa semangat kebersamaan masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa, dimulai dari membersihkan sungai hingga mewujudkan jembatan yang akan menghubungkan harapan masyarakat menuju masa depan yang lebih baik.
