LABUAPI – Memasuki pekan pertama April 2026, upaya penguatan sektor pangan di tingkat desa terus menjadi prioritas utama guna mendukung stabilitas ekonomi kerakyatan. Sebagai langkah nyata dalam mengawal program swasembada pangan nasional, Bhabinkamtibmas Desa Merembu melaksanakan giat sambang dialogis yang berfokus pada pendampingan agrosektor bagi warga binaannya pada Minggu (5/4/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan motor penggerak untuk memberikan dorongan berkelanjutan kepada masyarakat agar lebih produktif dalam mengelola potensi sumber daya lokal. Melalui pendekatan yang humanis, Polri berupaya memastikan bahwa rantai produksi pangan di tingkat desa tetap berjalan optimal di tengah dinamika ekonomi global.
Pendampingan Sektor Pertanian dan Pasca-Panen
Dalam pantauan di lapangan, personel Bhabinkamtibmas Desa Merembu secara aktif melakukan pengawalan langsung terhadap aktivitas pertanian warga. Salah satu fokus utama adalah sektor tanaman pangan, di mana petugas turut memantau proses penjemuran hasil panen padi milik petani setempat. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas gabah tetap terjaga dengan baik sebelum memasuki tahap penggilingan, sehingga nilai jual dan kualitas konsumsi tetap kompetitif.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah petani merupakan bentuk komitmen dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan dari hulu ke hilir.
“Kami menginstruksikan kepada seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk terus melekat dengan warga, khususnya para petani dan peternak. Fokus kita saat ini adalah memastikan tidak ada kendala dalam proses produksi. Dengan terjun langsung, personel dapat mendengar apa yang menjadi hambatan warga di lapangan dan memberikan solusi atau motivasi agar produktivitas tetap terjaga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa.
Transformasi Lahan Kosong dan Diversifikasi Hortikultura
Selain tanaman pangan utama, sektor hortikultura dan perkebunan juga menjadi sasaran edukasi dalam giat sambang tersebut. Petugas mendorong warga untuk memanfaatkan lahan persawahan maupun area perkebunan yang masih luas dengan menanam komoditas seperti jagung dan sayur-sayuran. Langkah ini dinilai strategis untuk menciptakan diversifikasi pangan sehingga masyarakat tidak hanya bergantung pada satu jenis komoditas saja.
Menariknya, Bhabinkamtibmas juga memberikan edukasi mengenai optimalisasi lahan tidur di sekitar pemukiman. Pemanfaatan lahan sisa untuk ditanami tanaman pangan produktif diharapkan dapat menunjang kebutuhan gizi rumah tangga secara mandiri. Konsep “ketahanan pangan dari halaman rumah” ini menjadi salah satu solusi praktis dalam menghadapi fluktuasi harga kebutuhan pokok di pasar.
Iptu I Nyoman Rudi Santosa menambahkan bahwa sinergi ini sangat penting untuk menciptakan desa yang mandiri. “Kemandirian pangan di tingkat desa adalah benteng utama dalam menghadapi fluktuasi harga pasar sekaligus mempercepat target swasembada nasional. Kami ingin warga merasa didampingi, sehingga mereka lebih semangat dalam mengelola lahan yang ada,” tambahnya.
Integrasi Sektor Peternakan dan Perikanan
Tidak hanya berhenti pada sektor pertanian, dukungan Polri di Desa Merembu juga menyentuh sektor peternakan dan perikanan. Petugas memotivasi warga yang bergerak di bidang ini agar senantiasa bersinergi dengan program pemerintah dalam menciptakan stabilitas ketersediaan protein hewani. Dalam dialog intensif bersama warga, ditekankan bahwa ketahanan pangan yang tangguh merupakan hasil kolaborasi lintas bidang yang saling berkesinambungan.
Masyarakat Desa Merembu pun menyambut positif kehadiran aktif Polri. Mereka merasa kehadiran petugas tidak hanya memberikan rasa aman dari sisi kondusivitas wilayah, tetapi juga memberikan nilai tambah sebagai rekan diskusi dalam menjaga produktivitas hasil bumi. Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan petani ini diharapkan mampu menjadikan Desa Merembu sebagai percontohan desa tangguh pangan di wilayah Lombok Barat.
Giat sambang dialogis ini berakhir dengan situasi yang aman dan tertib. Seluruh elemen masyarakat menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan pihak kepolisian dalam mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan dan memperkuat ekonomi desa secara menyeluruh.
