LABUAPI – Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, upaya memperkuat kedaulatan pangan harus dimulai dari unit terkecil, yakni keluarga. Menyadari hal tersebut, jajaran Polsek Labuapi melalui Personel Bhabinkamtibmas Desa Labuapi melakukan aksi nyata dengan terjun langsung ke pemukiman warga pada Jumat (3/4/2026). Langkah ini diambil guna menggerakkan program pemanfaatan lahan pekarangan sebagai bagian dari dukungan penuh Polri terhadap Program Ketahanan Pangan Nasional.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini menyasar rumah-rumah warga yang memiliki sisa lahan tidak terpakai. Petugas Bhabinkamtibmas bertindak sebagai motor penggerak sekaligus edukator, memberikan pemahaman mendalam mengenai pentingnya mengubah lahan kosong menjadi area hijau yang produktif. Bukan sekadar imbauan, aksi ini merupakan bentuk implementasi konkret kepolisian dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Strategi Pemanfaatan Lahan Sempit di Desa Labuapi
Dalam kunjungannya, petugas meninjau berbagai model pemanfaatan lahan yang telah mulai diterapkan oleh warga binaan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penggunaan sistem hidroponik. Metode ini dinilai sangat efektif bagi warga yang memiliki keterbatasan luas lahan namun ingin menghasilkan sayuran segar berkualitas tinggi. Selain itu, petugas juga memberikan arahan teknis mengenai penanaman hortikultura dengan media tiang penyangga yang memungkinkan tanaman merambat tumbuh optimal tanpa memakan banyak tempat.
Kapolres Lombok Barat, Polda NTB, AKBP Yasmara Harahap, S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Labuapi, Iptu I Nyoman Rudi Santosa, menegaskan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat bertujuan untuk memastikan program pemerintah berjalan hingga ke pelosok desa. Pemanfaatan lahan tidur di samping rumah untuk ditanami jagung, palawija, serta komoditas harian seperti cabai, diharapkan dapat memutus ketergantungan warga terhadap pasar untuk kebutuhan dapur sehari-hari.
“Kami mengarahkan seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk terus mendampingi masyarakat dalam mengoptimalkan setiap jengkal tanah yang mereka miliki. Tujuannya jelas, agar ketahanan pangan ini benar-benar menjadi benteng pertahanan ekonomi keluarga,” ujar Iptu I Nyoman Rudi Santosa dalam keterangannya.
Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Sektor Pertanian Mikro
Lebih lanjut, Iptu I Nyoman Rudi Santosa menjelaskan bahwa gerakan ini bukan hanya soal menanam, melainkan upaya mengubah pola pikir masyarakat agar lebih mandiri secara pangan. Dengan menanam cabai dan sayuran sendiri, rumah tangga dapat menekan biaya belanja bulanan secara signifikan. Hal ini menjadi krusial mengingat harga komoditas pangan seringkali mengalami kenaikan yang tidak terduga.
“Melalui edukasi yang konsisten, kami ingin warga menyadari bahwa pekarangan yang dikelola dengan baik tidak hanya akan menyediakan asupan gizi yang cukup bagi keluarga, tetapi juga bisa memberikan nilai tambah secara finansial jika dikelola secara profesional dalam skala yang lebih luas,” tambahnya.
Respons positif pun bermunculan dari para petani dan warga Desa Labuapi. Mereka menyambut baik kehadiran petugas yang tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga mendengarkan kendala yang dihadapi di lapangan, seperti kebutuhan akan bibit unggul dan teknik pemupukan yang benar. Interaksi dua arah ini menciptakan suasana kondusif dan mempererat hubungan antara Polri dengan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama.
Komitmen Berkelanjutan Polsek Labuapi
Keberhasilan program ketahanan pangan ini sangat bergantung pada keberlanjutan pendampingan di lapangan. Oleh karena itu, Polsek Labuapi berkomitmen untuk terus mengawal setiap inisiatif produktif yang muncul dari warga. Monitoring berkala akan terus dilakukan untuk memastikan tanaman yang sudah ditanam dapat tumbuh maksimal hingga masa panen tiba.
Stabilitas pangan di tingkat desa merupakan cerminan dari kekuatan pangan nasional. Dengan adanya kolaborasi yang harmonis antara Bhabinkamtibmas dan warga, Desa Labuapi diharapkan dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain di wilayah Lombok Barat dalam hal kemandirian pangan. Pihak kepolisian menegaskan bahwa pengabdian mereka tidak akan berhenti pada sosialisasi semata, melainkan akan terus hadir sebagai mitra masyarakat dalam mewujudkan kesejahteraan melalui sektor pertanian mikro.
Hingga kegiatan berakhir, situasi di lokasi terpantau sangat kondusif dengan antusiasme warga yang tinggi. Gerakan pemanfaatan lahan pekarangan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kedaulatan pangan yang tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
